Posted in @Sophy119

REFLEKTIF KEMERDEKAAN (Sebuah Renungan Filsafati dalam Memperingati Hari Kemerdekaan)

Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia. Di barat, di tengah, di timur bagian wilayah Indonesia, dari pulau Sabang sampai Marauke seluruh rakyat Indonesia ikut larut dalam euporia Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70 ini. Berbagai suku, budaya, etnis, agama, dan golongan yang berada dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ikut memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia. Walaupun berbeda kegiatan dan cara menyikapi hari bersejarah ini, namun seluruh rakyat Indonesia bersatu padu dalam meresapi makna akan kemerdekaan yang jatuh di hari senin, 17 Agustus 2015.
70 tahun sudah Republik Indonesia Merdeka. 70 tahun sudah setelah Bung Karno dan Bung Hatta telah memproklamasikan kemerdekaan Bangsa Indonesia. 70 tahun sudah rakyat yang berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia merasakan suatu kebebasan dari penderitaan yang telah menjadi sejarah panjang bangsa ini. 70 tahun sudah selimut kelam penderitaan bangsa ini telah ditukar dengan selimut kemerdekaan dan kebebasan. Seharusnya 70 tahun juga rakyat indonesia telah merasakan peningkatan kesejahteraan sosial yang menjadi tujuan dari diproklamasikan kemerdekaan republik Indonesia.
Mengapa hal ini bisa terjadi,,,??? 7 orang pemimpin puncak yaitu Presiden Republik Indonesia telah memimpin dengan gaya mereka masing-masing, kita bisa melihat 7 gaya cara memimpin mereka, namun belum ada peningkatan signifikan dalam kesejahteraan rakyat dalam Republik Ini yang merupakan amanat awal saat mereka memangku jabatan Presiden. Belum ada perubahan meskipun ini hanya 20%, malah yang ada kesemerawutan dan distorsi akan kesejahteraan rakyat terjadi disana-sini. Tindak kriminal terjadi dimana-mana. Korupsi bagai sebuah kewajiban seorang aparatur pemerintah. Saling gesek antar golongan adalah makanan sehari-hari bangsa ini.
Apa yang sebenarnya terjadi dengan bangsa ini,,,??? Jika kita memang mau merenung dalam perenungan yang benar seharusnya kita menanyakan kepada diri kita masing-masing. Pertanyaan itu haruslah diajukan kedalam, bukannya keluar. Lewat perenungan bukan dengan penudingan. Apa yang telah saya lakukan untuk negeri ini,,,??? Apa yang sudah saya sumbangkan untuk bangsa ini,,,???
Bagi saya yang terpenting jika kita memang mau benar-benar menghilangkan sifat apatis dalam diri kita, dan mau menyelami arti Kemerdekaan sesungguhnya. Kita haruslah dapat menguasai pikiran kita. Karena pikiranlah yang membentuk sebuah realita yang kita pandang, kita dengar dan rasakan. Pikiran kita adalah kontrol utama dari realita yang ada disekeliling kita. Bagi orang-orang yang bisa mengendalikan pikiran-pikiran mereka, yang mampu menjernihkan pikiran-pikiran mereka, mereka telah mengontrol dunia dengan pikiran mereka bukannya mereka yang di kontrol dengan dunia.
Rakyat Indonesia telah kehilangan itu semua, bangsa Indonesia telah kalah dengan dunia yang diciptakan orang lain. Bangsa kita lebih suka meniru dan mengikuti dunia yang telah ada dan merupakan kepunyaan orang lain. Bukannya menciptakan dunia kita sendiri dengan keadaan yang pas untuk kita sendiri. Berfikir secara filsafati saya rasa adalah solusi untuk permasalah yang ada diatas. Berfikir secara filsafati yang merangkum berfikir secara radikal, kritis, sistematis, analitis dan komprehensif adalah solusinya. Agar rakyat Indonesia bisa menciptakan dunianya sendiri dan bisa memisahkan sesuatu yang patut dan tidak patut, penting dan tidak penting dari suatu keadaan yang sering di gelisahkan oleh kebanyakan bangsa ini.
Kita tidak akan bisa menjadi orang lain, karena kita bukan orang lain itu. Kita hanya bisa dan akan hanya bisa jika kita menjadi diri kita sendiri, pemikiran kita sendiri dan dunia kita sendiri. Ini adalah Republik Indonesia, bukan Cina, bukan Amerika, bukan Inggris ataupun bukan Yunani. Ini adalah INDONESIA.

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIAKU yang ke 70 Tahun.

MERDEKAAAAAAAAA