Posted in @Sophy119, My Post

Kebahagiaan dan Penderitaan (2 sisi keping uang logam yang tak bisa di pisahkan)

Orang yang tidak bahagia adalah ia yang mempedulikan kebahagiaan orang lain dibanding kebahagiaan’nya sendiri. Bagaimana mungkin ia mencoba membahagiakan orang lain saat ia sendiri tidak bahagia,? Tujuan akhir  manusia bukan’lah kebahagiaan orang lain tapi kebahagiaan’nya sendiri.
Inilah paham egohappines.

Orang yang tidak bahagia adalah ia yang hanya mempedulikan kebahagiaan diri sendiri dibanding kebahagiaan orang lain. Bagaimana mungkin ia merasa bahagia disaat orang lain disekitar’nya tidak bahagia,? Tujuan akhir manusia bukan’lah kebahagiaan diri sendiri tapi kebahagiaan orang lain.
Inilah paham Otherhappines

Kebahagiaan itu bukan sesuatu diluar diri, kebahagiaan itu bukan untuk dicari, kebahagiaan itu juga bukan untuk didapatkan dan dimiliki sendiri.
Kebahagiaan itu adalah sikap diri dari setiap keadaan yang sedang kita alami, jika kita merasa ketidaknyamanan dalam diri disuatu keadaan itu berarti kita telah mengambil sikap yang tidak sepatutnya diambil dan berlawanan dengan sikap kebahagiaan. Dan jika kita merasa kenyamanan dalam diri disuatu keadaan itu berarti kita telah mengambil sikap yang sepatutnya diambil dan itu adalah sikap kebahagiaan.

Kebahagiaan juga bisa diartikan sebagai cara pandang kita terhadap keadaan yang sedang kita alami. Kebahagiaan dan penderitaan itu bagai 1 keping uang logam yang mempunyai 2 sisi dan di 2 sisi inilah keberadaan kebahagiaan dan penderitaan, padahal dua sisi ini adalah penyusun 1 keping uang logam yang tanpa’nya tidak akan ada kepingan uang logam. Kepingan uang logam adalah situasi dan keadaan yang di alami manusia.
Jadi ketika kau memandang suatu keadaan itu dengan cara pandang kebahagiaan / sisi kebahagiaan, kau akan bahagia dengan sendiri’nya. Dan orang yang memandang disisi yang sebalik’nya (memandang suatu keadaan itu dengan cara pandang penderitaan), ia akan menderita dengan sendiri’nya. Padahal itu adalah satu situasi keadaan yang sama bagi kau dan orang itu namun kau memutuskan untuk melihat dari sisi kebahagiaan yang akan membuat kau bahagia.

Inilah esensi kebahagiaan yang ada. Kebahagiaan telah ada dalam diri manusia sejak ia ada. Dan kebahagiaan itu tidak akan hilang dan tidak bisa dicuri oleh orang lain. Terkadang hanya saja ilusi kebahagiaan yang ditimbulkan oleh kepemilikan seseorang atas objek diluar diri telah mengaburkan esensi kebahagiaan yang ada.

“Jika ingin bahagia, berbahagia’lah. Jika ingin menderita, menderitalah.”

Tulisan ini adalah tulisan saya yang telah saya post di Halaman Facebook saya tertanggal 2 Agustus 2015.
http://facebook.com/AriefsofyanSophy/posts/726923327435158

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Author:

Think Clearly, Create Freely, Love Deeply

Komentari

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s