Posted in @Sophy119, My Post, My Story

AKSARA 119

AKSARA 119

Selamat pagi sobat, sudah lama saya tak menulis di blog tercinta saya ini. Sophy119 dengan jargonnya “Think Clearly, Create Freely, Love Deeply”. Mungkin karena kesibukan saya yang lumayan padat, dan ditambah lagi karena keadaan saya sekarang yang tak bisa 24 jam conect ke dalam dunia maya. Ya ketinggalan informasi, ketinggalan berita baru, dan mungkin juga ketinggalan segalanya lah kata orang-orang mah.

Mungkin untuk tulisan saya yang ini dan seterusnya akan sedikit berbeda dengan tulisan-tulisan saya sebelumnya, yang hanya fokus kepada sebuah refleksi-refleksi pemikiran saya. Tapi untuk tulisan saya kedepan ya memang tetap ada untuk kategori refleksi pemikiran yang saya lakukan jikalau saya sedang insyaf, dan akan banyak cerita-cerita yang akan saya bagikan kepada kalian pembaca setia blog Sophy119. Yah hitung-hitung untuk saya belajar menjadi seorang penulis, yang kerjanya nulis, nulis, nulis, dan menulis. Ntah itu menulis apapun, pokoknya nulis.

Selama saya fakum dikegiatan menulis saya di blog saya ini, tapi tak begitu kegiatan menulis saya di buku catatan harian saya. Ya saya juga memiliki buku catatan harian seperti kalian juga para remaja yang senang mengungkapkan perasaannya melalui tulisan di sebuah buku yang mungkin sangat pribadi. Saya pun demikian, buku catatan harian saya inipun sangat pribadi bagi saya. Tapi yang membedakan buku catatan harian saya ini dengan kebanyakan buku catatan harian biasa adalah aksara yang saya pakai.

Jika kebanyakan kalian yang memiliki buku catatan harian ini menggunakan aksara latin yang juga aksara resmi yang dipakai oleh bahasa indonesia, lain halnya dengan saya. Saya memiliki suatu aksara sendiri yang mungkin hanya peralihan simbol yang aksara latin ke dalam simbol saya sendiri. Mungkin diantara kalian ada juga yang memiliki simbol-simbol sendiri yang kalian ciptakan untuk diri kalian sendiri, untuk menyimpan informasi yang kalian ingin simpan dan tidak ingin diketahui oleh orang lain. Ya saya juga mempunyai motif itu.

Jika kebanyakan dari kalian menyimpan buku catatan kalian disuatu tempat yang aman menurut kalian, dan tidak ingin orang lain tau apa yang kalian tulis. Tetapi saya tidak demikian, saya selalu membawa buku catatan harian itu kemana-mana, memang buku catatan harian saya tidak menonjol seperti buku catatan anak-anak remaja dengan warna yang mencolok dan motif yang aneh dan terlalu menonjolkan dan menunjukkan bahwa itu adalah buku catatan harian. Tapi buku catatan harian saya tidak menonjol seperti itu, warna hitam dan ukurannya pun seperti buku kuliah seperti biasa, jadi tidak menunjukkan bahwa itu adalah buku catatan harian tentang perasaan dan pemikiran saya.

Aksara buatan saya yang saya pakai untuk menulis di buku itu saya namakan dengan nama Aksara119 yang saya patenkan pada tanggal 28 maret 2015. Itu tertanggal saat saya selesai membuat font aksara119 dengan menggunakan font creator, dan menggambarkannya dengan dengan auto cad untuk membuat gambarnya ke format .jpg. Yah hitung-hitung untuk menjadi kenangan yang mudah saya ingat karena ada bukti fisiknya.

Sebenarnya aksara119 kepunyaan saya ini sudah lama saya miliki, tetapi baru saya pakai tahun-tahun belakangan karena saya juga termotivasi untuk menjadi penulis, dan itupun penulis yang berbeda, yang memiliki aksaranya sendiri. Ketika itu pada saat saya kelas 2 SMA sedang mempelajari pelajaran Bahasa Indonesia. Ntah pikiran apa yang masuk dalam otak saya, saya jadi ingin tau bahasa apa yang pertama kali digunakan oleh manusia pertama di bumi ini.?

Dari situ saya mencoba membaca artikel-artikel tentang bahasa-bahasa tertua, sampai ke aksara tertua dan kemudian simbol-simbol gambar pertama yang dipakai manusia untuk berkomunikasi dan bertukar informasi dalam bentuk coretan di dinding-dinding goa. Dari situlah saya berpikir untuk membuat aksara sendiri dalam bahasa indonesia yang hanya mengganti aksara latin yang dipakai Bahasa Indonesia menjadi simbol dan aksara saya sendiri. Dan nama Aksara119 yang saya pakai adalah nama dari inisial saya sendiri.

Dan sekarang saya telah menghabiskan dua buku untuk mencoba menuliskan tulisan-tulisan saya menggunakan aksara saya sendiri. Dan semoga saya bisa terus konsisten untuk menulis di buku catatan harian saya sampai detik kematian saya kelak. Setidaknya itu menjadi sebuah peninggalan saya untuk seseorang terdekat saya kelak. Sebenarnya konci aksara119 saya sudah ada 2 orang yang mengetahuinya, dan itu semua perempuan. Yang pertama adalah Patner dan sahabat saya, dan yang ke dua adalah orang yang saat ini saya cintai.

Haha jangan kaget jika mulai sekarang saya akan mulai bercerita tentang hidup saya di blog saya ini, dan itu juga termasuk kategori baru di blog saya ini saya ini, supaya setiap harinya saya bisa menulis dan menulis, yang mana ini menjadi tempat belajar saya untuk menjadi seorang penulis.

Untuk hari ini, untuk pertama kalinya, saya akan memperkenalkan aksara119 saya dihadapan dunia, yah walaupun pengunjung blog ini hanya satu sampai lima orang perhari ya jadilah. haha

Mungkin sekian dulu yang bisa saya tuliskan di pagi yang cerah ini. Dan akan menyusul tulisan-tulisan saya yang tidak penting selanjutnya.

walaupun dirimu merasakan kekecewaan yang sedemikian besar, jangan jadikan itu menjadi alasan untuk menghilangkan senyummu”

(Jum’at, 12 Februari 2016)

Advertisements

Author:

Think Clearly, Create Freely, Love Deeply

Komentari

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s