Posted in @Sophy119, My Post, My Story

Coretan “AS CS NS” (Kisah Cinta Kedua)

      NS

      NS adalah inisial nama lengkap dari perempuan kedua yang pernah memberikan kesan cinta kepada saya. Ia berasal dari desa tetangga saya. Ya desa saya dengan desanya dipisahkan dengan suatu Irigasi yang airnya berasal dari Sungai Komering. Desa itu bernama Pahang asri. Desa Pahang Asri yang terkenal dengan tugu duanya. Tugu yang berbentuk tangan yang sedang mengacungkan dua tangan, yaitu jari tengah dan jari telunjuk tanda Keluarga Berencana.

      Walaupun hanya sedemikian sederhananya dengan tinggi tak lebih dari 5 meter, tetapi itulah yang menjadi ciri khas dari desa ini. Dan yang menjadi spesial tugu dua ini bagi saya adalah disekitar sana bermukim perempuan yang pernah memberikan kesan cinta kepada saya pada saat saya masih duduk di bangku SMP. Tepatnya saat saya masih kelas 2 SMP. Walaupun kisah itu hanya berlangsung sebentar, tetapi saya masih menyimpan namanya didalam memori ingatan saya yang terbatas ini.

      Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Buay Pemuka Peliung yang berada di desa saya adalah sekolah dimana kisah ini terjadi. Sekolah yang bersebelahan dengan Sekolah Dasar Negeri 1 Buay Pemuka Peliung yang berada tak jauh dari irigasi perbatasan kedua desa yang telah disebutkan diatas. Sekolah dimana saya merasakan 2 kesan cinta yang pernah terjadi dalam hidup saya yang salah satunya adalah yang sedang saya tulis ini.

      Ketika itu saya adalah salah satu murid yang masuk dalam kelas yang tergolong kumpulan murid-murid yang sedikit kurang beruntung. Kelas 2.4, angka pertama menunjukkan bahwa saya telah memasuki tahun kedua saya di sekolah ini, dan angka kedua adalah menunjukkan bahwa saya termasuk murid yang memiliki IQ yang rendah, karena jika dibanding dengan kelas 2.1 yang berisi para murid yang memiliki peringkat 1-10 pada saat mereka kelas satu, kami adalah yang paling bodoh. Haha 😀

      Kelas 2.4 berada di sebelah persis kelas 1.1, kumpulan para lulusan SD terbaik dari berbagai sekolah, dan itu merupakan mantan kelas saya sewaktu saya kelas satu dulu. Mungkin karena saingan saya waktu kelas satu adalah para lulusan terbaik SD dari berbagai desa, jadi saya kalah saing di kelas itu dan masuk ke kelas 2.4 di kelas duanya. Namun disaat saya kelas tiga, saya masuk di kelas 3.1 dan kalian tau apa artinya itu. Haha 😀

      Hitam manis, bertubuh minimalis, dengan gaya feminis, kalem, wajahnya yang tirus, kalo kata orang-orang sih kami mirip, dan dengan rambut lurus sedang terurai hingga ke bawah pundak. Itulah NS, lain dengan NH. Putih sexy, badan berisi, lebih tinggi dari NS dan tentunya saya, dengan perawakan tomboy dan rambut sama dengan NS adalah teman dekat dari NS. Mereka seperti sandal sepasang, yang kemana-mana hampir selalu bersama, jika disekolah hampir jarang melihat salah satunya tanpa pasangannya itu.

      Dan juga saya mempunyai teman dekat ketika itu HB,saya memanggilnya H. hitam mengkilap lebih hitam dari pada saya, berbadan kuli kekar beda dengan saya yang kurus kerempeng, tetapi memiliki tinggi yang sama dengan saya, untuk masalah keberanian dan mental saya jauh tertinggal tetapi untuk masalah kegantengan dia jauh tertinggal dengan saya. Haha 😀 . Berasal dari desa Pahang Asri juga, satu desa dengan NS dan NH.

      Dan akan saya perkenalkan juga salah satu musuh saya yang akan masuk dalam cerita ini adalah A, saya lupa nama lengkapnya siapa tetapi saya ingat betul nama depan yang merupakan nama panggilannya, yah mungkin dikarenakan nama depan kami sama jadi mudah untuk mengingatnya. Dia berbadan atletis, tinggi sekitar 170cm putih, dan memiliki badan ideal, tetapi yang masih saya ingat betul adalah saat itu ia memiliki kumis yang tebal seperti halnya bapak saya, layak orang tua yang masuk kembali ke SMP.

      Perjumpaan pertama saya dengan NS adalah ketika kami sedang melakukan ritual Upacara bendera yang dilakukan di setiap hari senin pagi, dan waktu itu bertepatan dengan awal masuk tahun ajaran baru. Karena formasi kami dalam melakukan upacara bendera adalah letter L jika dilihat dari atas. Dan posisi kami berdiri adalah sesuai dengan letak gedung kelas kami masing-masing, maka barisan kelas saya berada di depan sebelah kiri barisan kelas NS.

      Dari posisi yang sangat menguntungkan bagi saya itu, karena keleluasaan untuk melihat murid-murid baru yang merupakan junior-junior saya di kelas satu. Yah sebagai laki-laki yang normal yang mata saya lakukan adalah mencari “pemandangan”, begitu kami menyebutnya. Ditambah dengan badan saya yang paling dekat dengan bumi dan jauh dari langit, saya pasti berada dibaris depan barian kelas saya itu disamping tepat ketua kelas yang memimpin barisan kelas, membuat jangkauan padangan saya menjadi tak terbatas. Haha 😀

      Waktu itu sejak awal dimulainya upacara, pandangan saya telah jatuh dan tak pernah lepas dengan perempuan dengan ciri-ciri yang telah saya sebutkan diatas. Dengan senyuman manis yang tak terlupakan, dan menggoyahkan iman, ia mengenakan topi di kepalanya, walau sedikit menutup wajahnya, tetapi itu justru menambah kesan yang sangat mendalam untuk keinginan saya melihat dan bertatap muka langsung dengannya.

      Biasanya, pada saat upacara berlangsung, saya yang selalu berada di barisan depan yang merupakan barisan yang paling tak disenangi, karena selain lebih menghadapi panas yang terik dari sinar matahari juga menjadi pusat perhatian guru-guru yang ada dibarisan depan. Biasanya saya mengakali hal ini dengan pura-pura sakit perut, dan meminta kepada teman saya untuk berpindah posisi, dan terkadang saya meminta izin untuk istirahat di belakang barisan.

      Tetapi kali ini, seperti saya tidak mau melewatkan momen yang sangat berkesan ini, melihat perempuan yang bisa membuat hati saya bergetar, dan yang ingin selalu melihatnya tanpa berkedip. Dan kebetulan H adalah ketua kelas kami dan ketua barisan saat itu. Dan pada saat itu saya pun menceritakan kepada H bahwa saya suka kepada perempuan yang sedang berdiri dengan posisi istirahat ditempat, yang sedang dengan khusuk mendengarkan kultum dari kepala sekolah tanpa tau bahwa ia sedang diperhatikan oleh saya.

      Setelah upacara selesai saya langsung melanjutkan cerita saya kepada H, untuk meminta tolong kepada H mencari infromasi tentang perempuan yang kami bicarakan disaat upacara tadi. Dan kebetulan bahwa setelah upacara selesai NS dan NH bersama dan memasuki kelas bersama, dan kami tau sepertinya mereka berteman begitu akrap Dan ternyata H kenal dengan NH, ntah dari mana dia mengenalnya, dan itu tidak penting bagi saya. Dia pun bersedia untuk mencari informasi tentang perempuan yang saya suka itu.

      Saya bukanlah lelaki hebat yang bermental baja, yang bisa dengan mudahnya berkenalan langsung dengan seorang asing yang baru saya temui. Apalagi ini notabene adalah seorang lawan jenis, yang telah memberikan kesan cinta pada pandangan pertama. Widihhh. Saya juga seorang yang mungkin dikatakan orang penakut dalam hal apapun, apalagi dalam hal yang beginian.

      Mungkin itu juga yang menjadikan saya sebagai bahan bulian oleh teman-teman saya, “kucur” sebutan teman-teman saya kepada saya. Beruntung saya berteman dengan H, karena dia adalah sosok yang sedikit berani untuk melawan siapapun yang berani mengusik kami, jadi saya aman bersama dia. Dia layak pengamanan pribadi bagi saya. Hehe 😀

      Singkat cerita, setelah saya bisa berkenalan dengan bantuan H dan NH yang kami bertemu di belakang kelas 1.1 kami pun sudah mulai bisa saling sapa. Dan keesokan harinya saya mulai memberanikan diri untuk menuliskan surat-surat kepada dia. Dan hubungan kami layak seperti orang yang sedang kasmaran tetapi kami tidak pacaran.

      Sejak saat itu setiap buku saya, meja, kursi, tangan saya pun penuh dengan coretan AS CS NS”. Kalian tau artinya itu,? AS adalah nama saya, CS adalah Cinta Sejati, dan NS adalah namanya. Coretan itu akan selalu ada di setiap lokasi tempat saya sering berada. Saat saya sedang ingat dengan dia, saya menuliskan coretan itu dimanapun saya bisa menulisnya. Apakah kalian pernah mengalami masa gila seperti ini,?

      Saya juga ingat ketika saya memberikan hadiah ulang tahun kepada NS, hadiah itu berupa kotak musik, yaitu kotak yang jika dibuka tutupnya akan mengeluarkan bunyi musik. Dan musik itu adalah musik klasik dari komposer terkenal Beethoven dengan judul Fur Elise. Saya tidak ingat lagi tepatnya tanggal lahirnya itu, apakah 23 Februari 1993,? Tetapi yang saya ingat adalah bintangnya adalah Pisces.

      Dan jika kalian ingin tau, kami tidak pernah mengobrol berdua sama sekali selama kami kenal selain sewaktu kami kenalan untuk pertama kalinya, setelah itu kami hanya berbalas surat saja. Di sekolah pun kami hanya bertegor sapa saja, dan tidak pernah untuk mengobrol berdua seperti layaknya kisah asmara yang ada di sinetron-sinetron di tv.

      Dan itu berlangsung selama hampir kurang dari 2 bulan saja. Hampir 3 hari sekali kami berbalas surat, dan surat itu saya simpan di dalam kaleng roti dan kaleng tersebut saya kubur di tanah untuk privasi saya. 2 bulan saya merasakan seperti itu saja sudah sangat bahagia.

      Tetapi ada hari yang paling saya ingat dalam momen ini, dimana hari itu adalah hari yang menghentikan segala kebahagian yang selama ini saya rasa. Hari itu adalah ketika A menembak NS didepan kelas 1.1 dengan berlutut sembari memberikan bunga mawar merah kepada NS, persis seperti adegan di film-film, tetapi ini adalah kenyataannya. Dan pada saat itu saya menyaksikan dengan mata kepada saya sendiri.

      Dan saya waktu itu hanya menyaksikan adegan itu dengan khusuk, dan akhirnya NS menerima bunga yang disodorkan oleh A, tanpa diterimanya cintanya dan secara resmi mereka berdua pacaran. Setelah itu teman-teman saya yang sedang menyaksikan agedan so weet itu sambil bersorak dan mengatakan satu kata yang sama yaitu “cieeee”. Dan saya pun berlalu masuk kedalam kelas, tidak tau apa yang sedang saya pikirkan, kacau bos.

      Sepulangnya sekolah, saya pun melihat mereka berdua sudah berboncengan naik sepeda “ontel” atau “jengki” yang itu adalah kendaraan pribadi yang banyak dipunyai murid disekolah kami, tidak termasuk saya, karena saya tidak punya itu. Dan sesampainya saya dirumah, saya langsung menggali tempat penguburan surat-surat cinta saya dan mengeluarkan surat-surat itu dari kaleng, dan membakar surat-surat itu.

      Barulah disitu saya mengeluarkan air mata karena sedih kehilangan seseorang yang telah bisa membuat hati saya berbunga-bunga selama 2 bulan belakangan ini. Mengingat lagi masa indah disaat menulis surat, dan menerima surat cinta. Disaat bertegor sapa dengan malu-malu dan diakhiri dengan senyum lalu pergi kekelas masing-masing tanpa sepatah kata apapun. Dengan melihatnya saja saya sudah merasa bahagia dan senang.

      Tetapi semua kini sudah tak bisa saya rasakan lagi, tak ada surat cinta yang akan saya tulis lagi. Tak ada seorang yang bisa membuat hati ini bergetar lagi. Tak ada alasan untuk menjadi salah tingkah lagi. Semua terasa hambar, dan sikap saya kepada NS berubah biasa saja seperti layaknya teman sekolah yang hanya kenal nama saja titik. Dan tak ada lagi coretan-coretan AS CS NS di buku saya karena semua sudah saya hapus.

      Dalam sekejap saya menghilangkan semua kesan saya kepadanya, dia bukanlah seseorang yang saya sayang. Tetapi dia hanyalah teman biasa yang tak menegor tanpa ada keperluan, dan memang semenjak itupun saya benar-benar melupakan dia, menganggap tidak pernah terjadi apa-apa diantara kami, bahkan saya tidak tahu menahu apakah hubungan antara A dan NS masih berlanjut atau tidak.

      Tetapi yang pasti setahun yang lalu ketika saya menanyakan kepada teman lama saya sewaktu SMP, dia sekarang sudah menikah dan suaminya bukan A. Ntah siapa suaminya saya tidak tau, dan tidak penting bagi saya untuk mengetahuinya. Tetapi dia telah menjadi sejarah dalam kesan cinta hidup saya. Dan sekarang saya abadikan ditulisan ini. Sedikit kacau memang. Tetapi siapa yang tidak kacau ketika mengingat-ngingat lagi sesuatu yang pernah membuat diri kacau.

Itulah kisah kesan cinta saya yang kedua, dan besok akan berlanjut lagi di kisah cinta yang ketiga yang merupakan kisah cinta saya yang paling lama saya rasakan. Tetap setia di blog ini ya 😀

Advertisements

Author:

Think Clearly, Create Freely, Love Deeply

Komentari

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s