Posted in @Sophy119, My Post

Sisi Pintu Yang Berlawanan Dengan Kelahiran, KEMATIAN. Reflektif Subjek Pertama Bag.1

16954
Pintu Kematian

“Kematian atau ajal adalah akhir dari kehidupan, ketiadaan nyawa dalam organisme biologis. Semua makhluk hidup  pada akhirnya akan mati secara permanen, baik karena penyebab alami seperti penyakit atau karena penyebab tidak alami seperti kecelakaan. Setelah kematian, tubuh mahkluk hidup mengalami pembusukan.

 Kehidupan adalah ciri yang membedakan objek yang memiliki isyarat dan proses penopang diri dengan objek yang tidak memilikinya, baik karena fungsi-fungsi tersebut telah mati atau karena mereka tidak memiliki fungsi tersebut, dan diklasifikasikan sebagai benda mati. Jiwa atau jiva berasal dari bahasa sanskerta yang artinya “benih kehidupan”. Dalam berbagai agama dan filsafat, jiwa adalah bagian yang bukan jasmaniah (immaterial) dari seseorang.

      Awal tulisan ini dibuka dengan kutipan saya tentang “Kematian” yang saya ambil dari Wikipedia, yah mungkin dari kalian ada yang bertanya-tanya kepada saya. Kenapa diawal setiap tulisan saya, saya selalu mengutip dari wikipedia.? Apakah saya hanya percaya dengan apa yang telah dipublikasikan oleh wikipedia.?

       Yah mungkin saya akan mencoba untuk menjawab pertanyaan ini, saya selalu menyertakan kutipan dari wikipedia karena mungkin bagi saya wikipedia adalah suatu ensiklopedia (sejumlah tulisan yang berisi penjelasan yang menyimpan informasi secara komprehensif dan cepat dipahami serta dimengerti mengenai sesuatu) yang bersifat online yang bebas disunting oleh siapa saja.

      Apakah saya hanya percaya dengan apa yang ada di wikipedia,? Ya seperti tulisan-tulisan yang lain, wikipedia hanya menyediakan sudut pandang dari wikipedia itu sendiri yang penulis dan penyuntingnya juga manusia seperti halnya kita. Jadi kita bisa percaya atau tidak sama sekali.

      Motif kenapa saya mengutipnya adalah hanya untuk pancingan terhadap pikiran saya sendiri untuk lebih merefleksikan sendiri dengan daya akal yang saya miliki sendiri berdasarkan empirisme atau pengalaman saya sendiri, terlepas nantinya tulisan saya mengafirmasi kutipan dari wikipedia itu sendiri atau bahkan menegasikannya.

      Jadi disini sudah jelaslah alasan saya mengapa disetiap tulisan saya, saya mengutip dari tulisan wikipedia dan nantinya tidak ada kesalahpahaman diantara kita. Ok mari kita melanjutkan pembahasan kita tentang “Kematian”. Tanggal 12 sampai dengan 14 Desember 2015 lalu, saya mengadakan Jajak Pendapat Opini atau JPO kepada teman-teman saya tentang suatu pembahasan yaitu “Kematian”.

      Dan disitu saya mendapatkan 36 pendapat dan opini mereka tentang “Kematian” dan saya tuliskan dalam sebuah tulisan saya sendiri dengan judul “Jajak Pendapat Opini tentang KEMATIAN”. (bisa dilihat disini.)

      Dan kali ini saya akan memaparkan pandangan, pendapat, opini, sekaligus penjelasan saya tentang suatu tema yang mungkin sedikit tabu dikalangan manusia zaman sekarang, sebagai subjek pertama. Pembicaraan tentang kematian sudah ditinggalkan dengan alasan bahwa pembicaraan tentang kematian itu hanya membuang-buang waktu saja, tidak bermanfaat. Begitu kata kebanyakan orang. Terlebih lagi mereka sudah 100% mengetahui soal apa yang akan terjadi setelah kematian kita. Beginilah kira-kira alur kisah perjalanan kita nanti menurut mereka.

     Yaa, kita mati, kematian itu adalah hal yang pasti menghampiri kita. Kematian adalah saat berpisahnya ruh dengan jasad kita dengan cara yang bermacam-macam. Ada yang berpisah dengan cara yang halus dengan datangnya penyakit, dan ada juga yang berpisah dengan cara yang mendadak seperti halnya kecelakaan, dan masih banyak lagi cara saat perjumpaan kita dengan kematian atau perpisahan jasad dengan ruh kita.

      Setelah kita mati kita akan diantar keliang lahat atau kuburan atau tempat peristirahatan kita, didalamnya kita akan bertemu dengan 2 sosok makhluk yang bernama malaikat, yang akan mewawancarai kita dan menanyakan beberapa pertanyaan yang harus kita jawab.

      Jika kita bisa menjawab pertanyaan itu amanlah kita, selamatlah kita dan kita akan ditinggalkan berdua dengan sosok lain yang itu ada yang menyebut sebagai amal perbuatan kita. Namun jika kita tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan kepada kita, kita akan mendapatkan sebuah hukuman yang sangat dahsyat yang tak terkirakan melebihi hukuman yang lebih kejam dari pada hukuman yang ada didunia ini.

      Dan perjalanan kita tidak sampai disini saja. Kita akan menanti lagi disaat waktu akan membawa kita kedalam satu momen, satu hari, dimana hari itu banyak orang yang menyebutnya sebagai Hari Akhir, Hari Pembalasan untuk segala tindak-tanduk perbuatan kita yang telah kita lakukan di dunia ini. Kita semua akan menghadap kepada Sang Pengadil yang Ia adalah sosok Adi Kuasa yang memiliki jagad raya ini, Ia adalah satu Entitas tertinggi yang paling tinggi yang mempunyai Kehendak bebas dan tak ada yang bisa mengganggu segala keputusannya.

      Dihari itu adalah hari dimana kita dimintai pertanggung jawaban atas apa yang telah kita perbuat. Dihari itu Dialah yang mengadili segala makhluk yang bernama manusia, dihari itu kita semua adalah terdakwa, dan konon tubuh kita sendirilah yang akan menjadi saksi atas perbuatan kita dan disertai sebuah buku catatan harian atau sebuah diary.

      Ternyata selama ini, dari kelahiran kita sampai kematian kita, ada dua sosok malaikat juga yang mengikuti kita kemana-mana, mencatat segala apapun yang kita lakukan dan nantinya yang akan menjadi bukti saat kita menghadap Sang Pengadil. Sungguh ajaib bahwa kita sekarang disertai 2 penulis yang selalu menuliskan kegiatan kita sehari-hari. Ya termasuk saat saya menulis tulisan ini dan kalian membaca tulisan ini. Mereka mencatatnya.

      Sampai disini bisakah kalian membayangkan sesuatu yang sangat besar sedang terjadi,? Semua mahkluk akan disidang satu persatu dengan ketelitian yang sangat teliti, dengan persidangan yang sangat lama pastinya, dan dengan keputusan yang sangat adil sangat dan sangat adil. Disinilah nasib kita untuk kehidupan kita selanjutnya ditentukan, yaa ditentukan oleh keputusan hasil persidangan kita dihadapan Sang Pengadil.

      Yang nantinya kita akan menerima Surat Keputusan Sidang Peradilan kita dari Sang Pengadil. Dan dari hasil keputusan itulah terdapat 3 kemungkinan yang akan kita dapat, yaitu kita akan menuju ke Surga langsung dan tinggal selamanya, atau kita akan menuju ke Neraka langsung dan tinggal selamanya, atau yang terakhir kita akan akan mencicip kedua tempat itu, dari menuju ke Neraka sampai waktu yang ditentukan lalu menuju ke Surga dan tinggal selamanya.

      Konon, dikehidupan Surga tidak ada yang namanya kesengsaraan,  tidak ada namanya penderitaan, dan tidak ada pula yang namanya kesedihan. Disurga hanya ada kenikmatan yang tiada habisnya, kebahagiaan menyelimuti penghuninya, dan ketentraman menghiasi latarnya. Disurga penghuninya adalah manusia-manusia pilihan, manusia-manusia yang menghabiskan kehidupan didunia ini dengan tuntunan dari sosok Adi Kuasa tadi.

      Disurga inilah jerih parah mereka saat melaksanakan tuntunan itu akan dibayar tuntas, dan pas, bahkan melebihi atas perjuangan yang telah mereka lakukan. Mereka mendapatkan semua keinginan yang mereka inginkan, mereka mendapatkan semua bahkan dengan bonus 7 gadis yang akan selamanya tetap gadis untuk para pria, dan 7 pemuda yang selamanya akan tetap bujang untuk para wanita dan bonus itupun ditambah dengan kebersuaan mereka dengan Sang Adi Kuasa tadi, sosok Entitas tertinggi Jagad Raya, karena memang Ia tinggal disana di Surga yang paling tinggi.

      Bisakah kalian membanyangkan kenikmatan dari hasil jerih payah para pejuang tuntunan ini, yang mungkin jika dibandingkan, hasil yang didapatkan lebihlah lebih besar dari pada perjuangan yang cuma sebentar saja itu. Saat kita berjuang untuk menjalankan tuntunan yang hanya sebatas umur kita didunia ini, hasil yang kita dapat adalah selamanya, ya selamanya.

       Hem setahu saya selamanya itu sangat lama dan tak kan pernah ada ujungnya. Ya kita akan menjadi makhluk imortal yang abadi dalam menikmati semua kenikmatan ini. Sungguh baiklah sosok Adi Kuasa ini. Aku hidup disurga selamanya, selamanya tak ada yang lebih baik dari sesuatu apapun dibanding Tuhan ini, terima kasih Tuhan.

      Namun di sisi kehidupan sebaliknya, ya di Neraka terjadi pemandangan yang sangat Ironi. Pemandangan yang sangat bertolak belakang dengan pemandangan kehidupan yang telah dipaparkan pertama yaitu kehidupan di Surga. Kehidupan yang berbalik 180 derajat dengan kehidupan Surga.

      Disini tidak ada kenikmatan, disini tidak ada kebahagiaan, dan disini pula tidak ada ketentraman. Disini yang ada hanyalah kesengsaraan, penderitaan, dan kesedihan yang tiada tara yang sama dengan kehidupan di Surga, ya Imortal. Keabadian yang bertolak belakang dengan kehidupan di Surga, keabadian yang tak seorangpun menginginkannya.

      Neraka adalah tempat manusia yang terlaknat diberi suatu hukuman, hukuman yang berlaku abadi bagi sebahagian dan hukuman yang sementara bagi sebahagian yang lain. Neraka adalah tempat yang lebih lebih lebih lebih dari tempat yang paling mengerikan yang pernah kau bayangkan. Jika kalian sudah mempunyai bayangan yang mengerikan tentang Neraka, yakinlah bahwa di Neraka lebih mengerikan dari bayangan yang paling mengerikan yang pernah terbayang di dalam pikiran.

      Pembalasan yang diberikan di dalam Neraka adalah setimpal dengan segala keburukan yang kita lakukan di dunia ini, bahkan lebih lebih lebih berat dari keburukan yang kita lakukan didunia ini. Saya masih teringat dengan dogma yang pernah diceritrakan oleh orang disekeliling saya, bahwa di Neraka itu terdapat siksaan yang bermacam-macam, bagi orang yang suka mencuri, tangannya akan di gergaji oleh algojo sampai tangan orang itu putus, dan kemudian tangannya akan kembali utuh seperti sedia kala, dan kembali algojo akan memotong tangan orang tersebut hingga putus kembali dan akan terus begitu hingga hem hingga tak terhingga, bisa dikatakan itu terjadi selamanya.

      Bagi orang yang suka berzina akan datang algojo dengan membawa satu tombak yang akan ditusukkan melalui lubang anus kita hingga keluar sampai kemulut kita, lalu kemudian dicabut lagi, dan ditusukkan kembali lalu dicabut kembali dan ditusukkan kembali. Selamanya.

      Yah seperti itulah kira-kira ceritra dari orang tua jaman dahulu, yang mungkin itu sebuah pengetahuan yang diturunkan secara turun-temurun oleh orang tua sebelumnya. Dan itulah kepercayaan yang masih dianut oleh kebanyakan kita sekarang. Percaya akan adanya kehidupan setelah kematian kita di dunia dengan 2 tempat tinggal yang kita percayai pula yaitu Surga dan Neraka. Dan saya tidak mempermasahkan kepercayaan ini karena dari kita semua berhak untuk mempercayai apapun itu selama kita bisa bertanggung jawab akan kepercayaan kita sendiri.

      Untuk bagian pertama ini saya membatasinya sampai disini dulu, dan tunggu bagian kedua dari tulisan saya tentang reflektif subjek pertama soal kematian bagian kedua. Stay :

“Think Clearly, Create Freely, Love Deeply”.

Advertisements

Author:

Think Clearly, Create Freely, Love Deeply

Komentari

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s