Posted in My Post, Puisi, Sajak ku

Kacau

Kacau
Kacau

 

Oleh : Arief Sofyan

Kacau

Satu kata itu yang saat ini bisa menggambarkan apa yang diriku rasa soal perasaan ini untukmu

Pemikiran filsafatku kalah dengan perasaan yang selalu bergejolak saat indra ini bersentuhan dengan sensasi realitas akan dirimu

Padahal pemikiran filsafat ini yang telah menyokong dasar kuat untuk kedirian ini

Tapi bak tak berdaya karena harus berhadapan dengan diri lain yang telah memberi kesan berbeda dari realitas biasanya

 

Tak hanya filsafatku yang kalah telak dengan hadirnya dirimu, tetapi meditasi laku zenku pun tak menenangkanku seperti diri ini tenang saat berada didekatmu

Padahal selama ini diriku kenal akan laku zen, ia lah yang menenangkanku saat merasa penat oleh hiruk pikuk dunia ini

Ia lah yang memberi minum saat diri ini kehausan akan kenyamanan, ketentraman, dan ketenangan untuk jiwa ini

 

Ya dirimu, yang telah merusak suasana ini

Bagai muara sungai yang usang adalah filsafat dan laku zen ini, dirimu yang telah menggantikan muara baru yang baru

Aku tahluk padamu my love.

 

Sudikah kau memberikan esensi mencintaimu kepadaku, yang juga sedang mencarinya

Esensi mencintai ideal yang mengandaikan kesalingan akan mencintaimu

Segenap jiwaku layak kehilangan selimut hangat yang menyelimuti diri dari dinginnya kesendirian

Yang sedang dalam perkelanaan mencari kesalingan itu tanpa mu

 

Sudikah kau mencintaiku layak diri ini mencintai dirimu,?

Sudikah kau untuk berbagi suka dan duka denganku,?

Sudikah kau mengarungi lautan luas kehidupan ini bersamaku dengan perahu cinta kita bersama,?

 

Aku menunggumu, menunggumu membuka hati untuk ku

Untuk cintaku

Dari yang mencintaimu

Advertisements
Posted in My Post, Puisi, Sajak ku

MY ENIGMA LADY

My Enigma Lady
My Enigma Lady

Oleh : Arief Sofyan

 

Malam ini kembali alam pikiranku kau kuasai

Mekipun intensitas penguasaan itu ialah 5 dari 100 %

Tapi yakinlah itu sungguh membuatku tak nyaman

 

Karena ada kuasa lain selain diri

Yang bisa menguasai pikiran ini

Karena ada yang bisa mengalihkan segala sensasi yang terbentuk

Bak lubang penghisap air yang mampu menarik segalanya

 

Mungkin aku tahu pangkalnya

Sensasi akan kampung halaman adalah penyebabnya

Karena di dalam pikiran ini engkaulah label dari kampung halamanku

Aku secara tak sengaja mengaitkanmu dengan itu

 

Mungkin perlu evaluasi

Evaluasi pengikatan label dalam pikiran ini

Karena ini sudah mulai menggangguku

Menggangu setiap kesan-kesan duniaku

 

Tapi dengan kejadian ini

Aku bisa mengayun kembali momentum yang berhenti perlahan

Merefleksikannya dalam pikiran ini

Dan mencurahkannya lewat tulisan

 

“My Enigma Lady”

Judul yang tepat untuk tulisan ini

Hasil curahan dari refleksi soal ini

 

Menurut kepercayaan umum

Kita diciptakan secara berpasangan

 

Bagi kaum adam ada satu tulang rusuk yang mesti ia cari

Dan untuk kaum hawa ada satu masa yang selalu ia nanti

Bertemu dalam sebuah ikatan yang suci

 

Pernikahan, umum menyebutnya

Penyatuan, aku melabelinya

 

Seperti halnya sebuah keniscayaan

Pernikahan itu ada

begitulah umum memandangnya

 

Tapi menurutku

Penyatuan hanya sebatas adat yang belum tergoyahkan

Bahkan aku masih belum bisa untuk mencoba

Mencoba menggoyahkannya

 

Satu prinsip yang eksis adalah

Naluri untuk berkembang biak

Dan mempertahankan spesies dari ancaman kepunahan

Prinsip dasar makhluk hidup.!

 

Dan aku tak menyangkalnya

Karena memang disana terdapat alasan yang bersifat rasional

Dan tak mungkin menyangkal kerasionalan itu

Karena itu manifestasi dari eksistensi diri

 

Dan untuk ku

Mungkin aku masih akan mengikuti ritual Penyatuan ini

Sampai aku dapat menujukkan sebuah bukti

Bukti paradoksal rasionalitas prinsip ini

Yaitu keirasionalitasannya

 

Tak mungkin aku bisa

Merefleksikan sebuah fakta yang tak aku rasa

Empirisme ilusif, pengabstakkan sudut pandang

Tak bisa dipakai untuk persoalan ini

 

Hanya satu jalan,

Ya hanya satu jalan untuk merefleksikannya

Yaitu menjadikan itu sebuah empirisme diri

Yang harus dilalui

 

My enigma lady

Kau yang pernah memberi kesan dalam hidup ini

Terutama soal sentimental yang ada di dalam diri

Rasa yang selama ini aku simpan di dalam hati

 

My enigma lady

Keambiguan label yang aku beri kepadamu

Bukanlah sebuah kebetulan

Tetapi kesengajaan dalam dari esensi.

 

Kemisterian diri, keteka-tekian diri

Apakah akan terwujud dalam keeksistensianmu

 Keterlibatan dirimu dalam menjalani enigma penyatuan

Itu juga mengisi salah satu sayap keambiguan itu

 

Tapi entahlah, siapa yang tahu akan waktu

Kecuali waktu itu sendiri

Biarlah waktu yang akan menjawab

 

Apakah memang dirimu yang menjadi enigma lady ku.?

Dan apakah enigma penyatuan ini bisa kita pecahkan lady ku,?

 

Aku harap aku tidak banyak berharap

Karena harapan ini adalah bentuk lain dari kekecewaan

Yang akan nampak wujudnya saat tak sesuai dengan kenyataan

 

Tetapi karena refleksi ini

Penolakan genjatan pikiran dengan Sang Transendental

Mulai melemah dan mengusulkan untuk masuk ke dalam meja runding

 

Meja runding yang pasti menghasilkan penjanjian genjatan pikiran

Antara aku dan Sang Trasendental

Jika kami menyepakatinya tentunya.

 

Aku hanya menawarkan satu penawaran

Jika memang dua pertanyaan enigma diatas terjawab

Terjawab atas nama waktu

Aku pastikan aku akan menaati genjatan pikiran itu

Itu sumpah ku

 

Jadi, waktu.!

Bersiaplah menjawab enigma ini

Enigma terakhir dari ku

“MY ENIGMA LADY”