Posted in @Sophy119, My Post, Tokoh Filsuf

Si Orang Sinting

Si Orang Sinting
Si Orang Sinting

Pernahkah kalian mendengar kisah tentang orang sinting,? Yang menyalakan lentera pada siang hari bolong, berlarian kepasar, dan berteriak-teriak tanpa henti :

“aku mencari Tuhan, aku mencari Tuhan.!”

Dan karena persis disana terkumpul banyak orang yang tidak percaya Tuhan, orang sinting ini mengakibatkan gelak tawa yang meriah.

“Apakah kita kehilangan Tuhan,?” Kata yang satu.

“Apa Tuhan tersesat seperti anak kecil,?” Kata yang lainnya lagi

“Atau mungkin Dia bersembunyi entah dimana,? Apa Dia takut sama kita,? Apa Dia sudah pergi,? Mungkin Dia sedang imigrasi,?”

Demikianlah mereka berteriak-teriak dan tertawa-tawa sekaligus. Orang sinting itu segera mendatangi orang-orang tersebut dan memandang tajam mereka.

“Dimana Tuhan,?” Teriaknya.

“Aku akan mengatakannya kepada kalian, kita telah membunuhnya, kalian dan aku, kita semua adalah pembunuh-pembunuh nya.!

Tetapi bagaimana mungkin kita telah melakukannya,?

Bagaimana mungkin kita mengosongkan lautan,?

Siapa yang telah memberikan kepada kita spons untuk menghapus seluruh horizon,?

Apa yang telah kita perbuat dengan melepaskan bumi dari matahari,?

Kemana bumi ini sekarang berputar,?

Kemana gerak bumi ini membawa kita sekarang,?

Jauh dari segala matahari-matahari, tidakkah kita terperosok dalam kejatuhan tanpa henti, terperosok kebelakang, kesamping, kedepan, keberbagai arah manapun, apakah masih ada atas atau bawah,?

Tidakkah kita menyasar-nyasar melewati kekosongan tanpa batas,?

Tidakkah kita merasakan hembusan kekosongan, bukankah rasanya lebih dingin,?

Tidakkah rasanya menjadi malam,?

Dan semakin lama semakin malam,?

Tidak perlukah menyalakan lentera-lentera sejak pagi,?

Apakah kita sama sekali tidak mendengar para penggali kubur yang telah memakamkan Tuhan,?

Apakah kita sama sekali tidak menghirup bau pembusukan Ilahi,?

Tuhan – Tuhanpun membusuk. Tuhan telah mati, Tuhan tetap mati, dan kitalah yang telah membunuhnya.

Bagaimana  kita menghibur diri kita,?

Pembunuh dari para pembunuh. Apa yang paling kudus dan paling berkuasa yang dimiliki oleh dunia telah kehilangan darahnya dibilah pisau kita, siapa yang akan membersihkan darah itu dari tangan kita,?

Air macam apakah yang akan bisa membersihkan kita, penebusan agung macam apa,?

Lomba suci macam apa yang harus diciptakan untuk menebusnya,?

Tidakkah kedasyatan tindakan ini terlalu besar bagi kita,?

Tidak haruskah diri kita sendiri menjadi Tuhan – Tuhan untuk bisa layak untuk tindakan tersebut,?

Tidak pernah ada tindakan lebih besar dari pada itu, dan siapapun yang lahir setelah kita berkat tindakan itu akan masuk dalam sebuah sejarah yang superrior, lebih superrior dari sejarah yang sudah ada sampai saat ini.”

Sampai disini si orang sinting diam. Menimbang-nimbang lagi para pendengarnya, mereka juga diam, dan memandangnya tanpa mengerti.

Akhirnya si orang sinting melemparkan lenteranya ketanah sehingga pecah dan padam.,

“saya datang terlalu awal.!” katanya kemudian, “waktuku belum tiba, kejadian dasyat itu sedang berjalan dalam perjalanan, ia belum sampai ke telinga manusia-manusia, sambaran geledek dan guruh pun membutuhkan waktu, cahaya bintang-bintang membutuhkan waktu, tindakan tindakan pun walau itu sudah dilakukan membutuhkan waktu untuk terlihat dan terdengar, tindakanku masih jauh dari mereka, lebih jauh dari pada bintang-bintang yang paling jauh, dan meskipun begitu, merekalah yang telah melakukannya.”

 

Ini adalah potongan tulisan dari filsuf Nietzsche dalam tulisannya yang berjudul “Gaia Scienza” halaman 125. Saya mengutip tulisan ini juga dari video kelas filsafat yang pernah diadakan oleh komunitas Salihara dengan pembicaranya adalah bapak A. Setyo Wibowo atau lebih akrab dipanggil Romo Setyo.

Nietzsche adalah salah satu filsuf modern yang sedikit kontrofersi dengan pernyataannya yang sangat diingat adalah “Tuhan telah mati”. Dan mungkin banyak orang yang tidak suka dengan pemikiran tersebut, apalagi jika bersinggungan dengan Tuhan. Ya dan menurut pemahaman awam Nietzsche adalah filsuf pembunuh Tuhan, tapi apakah benar demikian,?

Silahkan simpulkan sendiri setelah kalian menonton video kelas filsafat ini.

 

Advertisements

Author:

Think Clearly, Create Freely, Love Deeply

Komentari

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s