Posted in My Post, Sajak ku

Perpisahanku dengan Ramadhan

Perpisahanku dengan Ramadhan
Perpisahanku dengan Ramadhan

Oleh : Arief Sofyan

Allahu Akbar Allahu Akbar

Allahu Akbar Allahu Akbar

Bergetar hatiku mendengar suara lantang yang diteriakkan bilal

Itu adalah Suara Azan yang tak ku nantikan

Senja ini adalah senja yang tak ku inginkan

Aku duduk di atas sajadah dalam kamarku

Suara bilal itu telah memecah kesunyian yang aku rasakan

Sedari tadi aku hanya memandangi qur’an kecil yang aku pegang

Melantunkan ayat suci nan indah di dalam batin ini

Asyhadu allaa ilaaha ilallaah

Asyhadu allaa ilaaha ilallaah

Senja ini adalah senja yang membuatku tersentak

Tersentak menyadarkanku dalam refleksi ujung bulan ini

Refleksi yang baru aku lakukan pada hari ini

Hari ini adalah hari terakhir ku di bulan Ramadhan

Asyhadu anna muhammadar rasulullaah

Asyhadu anna muhammadar rasulullaah

Ya, Ramadhan akan pergi setelah selesainya Azan ini

Ramadhan akan meninggalkanku dalam kesendirian ini

Meski aku tahu, ia akan kembali lagi

Namun tak tahu, apakah bisa aku menjumpainya lagi

Hayya’alash shalaah

Hayya’alash shalaah

30 hari sudah aku lalui bersama dengan bulan ini

Bulan yang mulia nan suci dengan segala kemuliaannya

Rahmat, Hidayah dan Ampunan yang berlipat dibulan ini

Seolah aku enggan membiarkan suara bilal itu menyelesaikan azannya.

Hayya’alal falaah

Hayya’alal falaah

Merayakan kemangan?

Aku tak mau merayakan kemenangan dengan berpisah dengan Ramadhan

Biarlah aku berada pada bulan suci ini untuk selamanya

Tak apa jika aku harus melawan hawa nafsuku selamanya

Berpuasa selamanya tidak menjadi soal untuk ku.

Allahu Akbar Allahu Akbar

Allah memang Maha besar

Dan Ia pasti bisa mengabulkan pintaku yang sederhana ini

Jangan pisahkan aku dengan Bulan Ramadhan Mu ini ya Rabb

Biarlah aku disini bersamanya untuk selamanya.

Laailaahailallaah

Itu adalah kalimah trakhir dari bilal

Bergetar kembali hatiku mendengarnya

Tak terasa sembari mengucap “laailaahailallaah”

Air mataku menetes jatuh ke qur’an kecilku ini

Untuk sesaat aku merasakan keheningan yang damai

Menikmati perpisahan yang menyakitkan ini

Tak terasa pipiku telah basah oleh air mata ini

Hidungkupun ikut merasakan penyakit pilek yang datang tiba-tiba

Ku basuh pipiku dengan tangan untuk menguatkan diri ini

Mencoba menerima kenyataan bahwa aku tak bisa

Tak bisa menahan Ramadhan untuk tetap menemaniku

Menemaniku dalam kesendirian ini

Tiba-tiba.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Suara Takbir

Laa ilaa ha illa allahu wa Allahu Akbar

Suara Tahlil

Allahu Akbar wa lillaahilhamd

Suara Tahmid

Hatiku kembali bergetar

Mendengar rangkaian lantunan takbir, tahlil, dan tahmid bilal itu

Kesedihan ini pun tak terbendung lagi

Air mata yang telah kuhapus, kini keluar kembali

Mengeluarkan debit air yang lebih banyak lagi

Ku cium sajadah, ku tempelkan dahiku

Aku bersujud seraya bedo’a :

“Kuatkan hamba ya Rabb

Atas perpisahan yang memilukan hati ini

Semoga engkau masih memberikan kesempatan kepada hamba

Untuk bertemu lagi dengan bulan Ramadhan Mu ini

 

Semoga hamba tidak akan lupa akan pelajaran

Pelajaran berharga yang diberikan oleh bulan Mu ini

Hawa nafsu yang sejatinya hamba punya

Bisa dan dapat dikendalikan asal hamba mau mengendalikannya

 

1 bulan yang hanya untuk latihan

Latihan mengendalikan hawa nafsu

Ujian sebenarnya adalah pada 11 bulan kedepan

 

Apa aku bisa menyempatkan diri untuk berpuasa.?

Apa aku bisa hadir dalam panggilan ke Masjid Mu,?

Apa aku bisa terus untuk bersedekah,?

Apa aku masih sempat untuk bangun di malam hari

Untuk sekedar bercumbu dengan Mu,?

 

Ketaatan yang aku tunjukan selama satu bulan ini

Apakah akan bertahan sebelas bulan kemudian,?

Ataukah aku hanya memanfaatkan lipatan ganjaran Mu saja

Dalam melaksanakan ketaatanku selama ini,?

Astagfirullahaladzim

 

Semoga aku bisa beristiqomah hingga akhir hayatku

Hingga aku bertemu dengan Mu di Syurga nanti

 

Jika ini adalah do’a terakhirku

Jadikanlah do’a ini sebagai do’a terbaik untuk ku

Hamba ikhlas melepas Ramadhan bersamaan dengan Takbir ini

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Laa ilaa ha illa allahu wa Allahu Akbar

Allahu Akbar wa lillaahilhamd”

Sajak ini aku persembahkan untuk seluruh umat Islam yang sedang berduka atas keberpisahannya dengan bulan Ramadhan 1437 H.

Semoga para saudaraku bisa bertemu dengan bulan Ramadhan di tahun depan. Aamiin.

Advertisements

Author:

Think Clearly, Create Freely, Love Deeply

Komentari

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s