Think Clearly, Create Freely, Love Deeply

‚ÄčOrang bijak tak akan menggunakan dasar argumen dari orang lain untuk memaknai realitas hidup.
Bukanlah bijak namanya, jika masih berdiri di atas bangunan argumen orang lain, walaupun bangunan itu tinggi nan kokoh.
Ia bahkan tak menyadari, bangunan itu ialah semu, hanya ilusi, karena tak sampai memahami esensinya.
Dengan sekejap, bangunan argumen itu bisa hancur hanya dengan geranat nalar kritis yang meledak.
Ketika ini terjadi, kejatuhan tak terhindari. Bak terjun pada kehampaan makna kehidupan.
Bangunlah bangunan argumenmu sendiri, tempat kau berdiri nanti. 
Mulailah dari ketidaktahuan, karena sejatinya ketidaktahuan menuntun kita kepada yang sebaliknya.

Jika kita mau tentunya.
Maknailah hidupmu bak kau sedang melukis dalam satu kanfas besar kehidupan mu.
Jangan biarkan tangan lain menumpahkan coretan tinta di kanfasmu.
Buatlah karyamu sendiri.

Karya memaknai kehidupan, yang tak bermakna ini.
Selamat berfikir.

Selamat berkreatifitas.

Selamat mencintai.
Think Clearly, Create Freely, Love Deeply.

Keniscayaan Dialektika

‚ÄčSekali lagi, teriakan Tidak kepada Intoleransi keyakinan Ideologi . Jika memang Kebenaran adalah dasarnya, maka Kesalahan lebihlah bijak dari yang pertama.

Lihatlah sejarah yang melatarbelakangi Ideologimu, semua merupakan antitesis pada tesis awal yang ada, lalu timbullah sintesis di keduanya.

Keniscayaan Dialektika dalam perjalanan sejarah tak dapat dipungkiri, menjadi bijaklah dengan hal ini.