Posted in @Sophy119, Sajak ku

Perjuangan Yang Berbeda

Sophy119
Perjuangan yang Berbeda


Oleh : Arief Sofyan

Sumpah Pemuda

88 tahun sudah momentum ini terperingati

Tahun 1928 hingga tahun 2016

Cikal perjuangan lahirnya sebuah bangsa

Yang kelak bernama Indonesia
Pemuda dahulu telah menjadi Petua kini

Mungkin sekarang mereka tak ada di dunia ini

Mereka sudah menjadi penghuni dunia sana

Yang itu menandakan mereka telah tiada
Kobaran semangat pemuda dahulu

Tak perlu kami miliki saat ini

Karena kami dan mereka berada di zaman yang berbeda

Dengan zaman berbeda, perjuangan kami pun berbeda
Kami tak boleh mewarisi semangat dahulu

Karena perjuangan kami adalah masa kini

Kami harus memiliki semangat baru

Sebagai pemuda masa kini
Mereka dapat berjaya adalah wajar

Mereka telah menang melawan musuhnya

Dan itu menjadi catatan sejarah yang patut dikenang
Tapi kami tak mau terbuai oleh indahnya kenangan itu

Karena kami tahu sekarang berbeda dengan yang dulu

Musuh kami bukanlah datang dari luar

Tapi musuh kami saat ini adalah persatuan yang telah pudar
Tumpah darah, bangsa, dan bahasa

Yang telah di satukan oleh pemuda dahulu

Menjadi satu kata tunggal Indonesia

Tak berlaku bagi kami saat ini
Perbedaan darah, bangsa, dan bahasa

Itulah yang menjadi jargon kami saat ini

Kita beda darah, kita beda bangsa, dan kita beda bahasa

Itulah yang selalu kami udarakan
Tanah Indonesia tak terpakai lagi

Tanah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua

Itulah tanah kami
Bangsa Indonesia tak terpakai lagi

Bangsa jawa, sunda, melayu, bugis, madura, minangkabau, batak

Itulah bangsa kami
Bahasa Indonesia tak terpakai lagi

Bahasa Jawa, sunda, minang, madura, bali

Itulah bahasa kami 


Tak sampai disitu sahaja

Kamipun menghidupkan perbedaan kecil diantara kami

Suku, Agama, Ras, Golongan, dan Ideologi

Pun turut menyumbang berbedaan itu
Sungguh kompleks perjuangan kami

Sadar tak mempunyai musuh nyata yang harus dilawan bersama

Seperti perjuangan pemuda dahulu kala

Kami pun harus membangun perjuangan dari awal mula
Ditambah dengan hilangnya penyuluh perjuangan

Layaknya Sukarno, Hatta, Aminoto, Sutomo, Sudirman

Dan masih masih banyak lainnya
Hari ini tak ada satupun penyuluh perjuangan

Untuk menyuarakan jargon persatuan layak masa lalu

Malah kami menjadi penyuluh perpecahan

Dari golongan kami masing-masing
Hari ini di momentum peringatan sumpah pemuda

Kami menyeru antar diri kami masing-masing

Maukah kami bersumpah layaknya pemuda dahulu bersumpah

Sumpah dalam perjuangan bersama
Kita adalah pemuda

Mari kita bersumpah, SUMPAH PEMUDA 

“KAMI  PUTRA DAN PUTRI INDONEISA, MENGAKU BERTUMPAH DARAH YANG SATU, TANAH INDONESIA

KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA, MENGAKU BERBANGSA YANG SATU, BANGSA INDONESIA

KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA, MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA”



Bandar Lampung, 28 Oktober 2016.

“Disaat kata tak bisa menyampaikan kata -kata, disaat itu Arti sebenarnya dari kata itu sangat bermakna.”

Kata