Posted in My Post, Puisi

Gelinjang Kata Hati

gelinjang-kata-hati

Oleh : Siti Maesaroh

 

Debiran angin

Meluruhkan daun-daun kering

Dan…

 

Langit mulai menghitam

Dunia serasa hampir tertelan

Dalam suasana alam yang kejam

Tampa terasa…

 

Kita berlali-lari

Mencari tempat tuk bernaung

Dan…

 

Kala kedinginan mulai mencekam

Tetesan air hujan berbulir ditubuh kita

Terpancar bak kerlap-kerlipnya

Mutiara…

 

Berpangut-pangut

Merayu dengan kulit kita

Hanya tara mata kita yang berbicara

Lalu…

 

Apa yang kita lakukan

Tak terasa

Hari berlalu dengan cepat

Bagai jalanya roda pedari

Lambat tapi pasti

 

Dan…

Aku baru sadar ini hanya kenangan

Rantai-rantai kehidupan yang semakin kelam

Terperosok kabut putih menyelimuti

Suasana pagi yang ku dambakan

 

Kamu datang membawa kembang

Dan pergi begitu saja

Membawa langkah

Denting yang sudah ku genggam

 

Sinar yang sudah menyelimuti lubuk hati semakin redup

Termenung…

Merenung…

Dalam jendela kaca kamar

 

Sore telah menjelang

Lorong-lorong jalan aspal

Akasia meliuk-liuk ditiup angin malam yang ingin

Sunyi…

 

Derak sepatu semakin keras

Terasa di lubuk hati

Suara petikan gitar

Sayup-sayup terdengar dari kejauhan

Semakin dekat semakin sendu

Seru berkumandang

 

Malam semakin sunyi

Suasana dingin makin mencerkam

Terkoyak kalbu kesendirian

Menopang berdiri lenyap

Dikesunyian malam…

 

Senin, 1 Juli 1990

Advertisements

Author:

Think Clearly, Create Freely, Love Deeply

Komentari

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s