​Bahwa sesungguhnya Cinta dan benci adalah keniscayaan dalam sebuah paket kehidupan yang ada di dunia ini, kitalah yang menentukan mengambil jalan mana, cinta atau benci.

Tak ada yang  benar dan tak ada yang salah.

Semua tidaklah bernilai pada ‘diri’nya sendiri.

Kitalah yang membuat penilaian itu.

Kita lah yang me’label’inya dengan kebenaran ataupun kesalahan.

Bahwa setiap kesalahan melengkapi kebenaran, keburukan melengkapi kebaikan, dan kejelekan melengkapi keindahan, pun sebaliknya.

Kita niscaya akan pernah berada dalam dualisme realita jika kau menyebutnya seperti itu, setiap manusia pasti pernah merasakan label nilai dalam 3 paradok kutub nilai di atas.

Saat ini mari kita sadar akan tindakan dan sikap kita terhadap realita.

Biarlah ia menjadi pembenci, jika dirimu tak mau menjadi pembenci jadilah penyayang itulah inti kesadaran.

Salam Damai.

Cinta dan Benci

​Ke ‘tak pedulian’ ku adalah ke ‘pedulian’ ku terhadap kalian. Walau kalian menganggap ku bak lawan yang harus dilawan, ingatlah aku mengasihi sikapmu itu.=-)< 

Ke ‘pedulian’ ku