Posted in My Post, Sajak ku

KEMESRAAN ITU KEMBALI

kemesraan-itu-kembali

 

Oleh : Arief Sofyan

Apa yang kini terjadi adalah sebuah keajaiban!

Keajaiban yang mungkin adalah ketidaksengajaan

Bisa juga sebuah kebetulan nan mengherankan

Atau sebuah ujian untuk kedirian?


Romantisisme itu aku rasakan lagi

Romantisisme yang dulu pernah aku caci

Tapi kini antara ilusi dan delusi?

Keduanya, mungkin yang aku alami


Getaran yang tak bisa aku jelaskan

Sebuah gelombang yang ada di tengah dada

Tepat didalam jatung yang mungkin disebut jiwa


“Syiir tanpo waton”

Adalah pil pertama yang aku telan

Sebuah ketaksengajaan disaat aku mendengarkannya

Lalu kemudian kecenderungan itu muncul


“Lir Ilir, Shalawat Badar, Astagfirullah”

Itu sebagai imbas atas kecenderungan itu

Obat selanjutnya yang tertelan

Merancukan aktivitas mental di dalam pikiran ku


Sosok itu ialah Gus Dur dan Cak Nun

Tentu bukan itu nama aslinya

Tapi nama itu lebih lumrah melabeli mereka

Pengedar, aku menyebutnya kini


Merekalah yang telah memberi keanehan itu

Keanehan yang sekarang aku alami

Memberi warna sendiri di dalam tabula rasaku

Memberi kesan sensasi sentimental ini


Toh, tidak berhenti disitu

Efek sampingnya lebih akut dari itu

Kejernihan dan kebijaksanaan pikiran Filsafat dan zenku

Ikut terpengaruh oleh obat ini


Pendengaranku telah menemukan suara berwarna indah

Dan memberikan kedamaian sendiri dalam melihatnya

Warna yang terasa indah nan sejuk

Menjadi candu yang berbau wangi untuk hidungku


Aku menduga ada permainan yang sedang dimainkan

Oleh sang bandar terhadapku

Mengacaukan semua Indra yang aku punya

Juga memperdaya akal yang sedang bekerja


Lewat dua obat haram ini

Juga dua pengedar yang berbeda tapi sama misi

Lewat jalan yang paling keji

Ketidaksengajaan, kebetulan, dan kekhilafan ku


Nampaknya Ia sedang ingin bermesraan denganku

Mencoba merayuku dengan obat itu

Sungguh picik Ia jika memang demikian

Tapi, aku tak menolak kemesraan yang ia tawarkan


Ia tahu keadaanku sekarang

Ia memang benar – benar tahu

Karena Ia adalah Yang Maha Tahu

Jadi wajar kalau Ia tahu


Aku pun sedang menikmati candu ini

Sebuah narkotik yang Ia berikan

Sungguh, tak bisa di sia – siakan

Sebagai kemesraan diantara kami


Ini menunjukkan itikad baik Nya kepadaku

Apakah aku tega tak berlaku sama dengan Nya?

Sebagaimana yang Ia ajarkan kepadaku

Aku menerimanya dengan mengharap juga ridha Nya


Melalui dua pengedar Nya ini

Kini aku bisa kembali

Menggunakan obat ini

Juga memasuki dunia gelap ini


Ia adalah bandar narkotik yang baik

Karena telah menerima pria suci ini

Menjadi seorang pemakai obat Nya

Yang aku akan pasrahkan diri hanya kepada Nya


Iyyaka nabudu

Waiyyaaka nastaiin

Hasbunallah wanikmal wakil

Nikmal maula wanikman nasir

 

(Cububur, 12 Januari 2017)

 

Sajak ini adalah sebuah upaya Dzikrullah oleh hamba yang hina dengan segala kebodohannya.

Sebuah langkah kecil dalam tapakkan jalan yang masih misteri.

Hasil bukanlah hasil yang ku inginkan, tetapi proses merupakan kemuliaan yang aku pahami saat ini.

Sebuah upaya yang juga senantiasa terupaya akan bantuan Allah.

Karena sesungguhnya tiada daya dan upaya selain dengan pertolongan Allah.

Empirisme ku tentang dinamika spiritual dengan Nya.

Hanya milik aku yang merasakannya.

Walaupun aku ingin mengungkapkannya, dan menjelaskannya.

Toh, kepahamanku soal empirisme ini tidak akan benar – benar terpahami oleh kalian.

Karena ruang dan waktu yang memang membatasi kita.

Juga Ia tak menginginkannya.

Sebuah kemesraan bersama dengan Nya ialah suatu anugrah yang tak terhingga.

Terlalu mahal untuk didapatkan oleh orang kaya.

Juga terlalu sulit untuk didapatkan oleh orang miskin.

Karena keberuntungan, keajaiban, dan kemurahan Nya lah yang menentukan.

Ia lah Yang Maha Mengatur bukan Ia yang diatur.

Apalah kita dihadapan Nya.?

Oooowh, ternyata pertanyaan itu tak sepantasnya kita tanyakan!

Jawaban “Bukan apa-apa” pun terlalu tinggi untuk nilai atas pertanyaan itu.

Karena Ia sungguh Yang Maha Besar.

Pemahaman apapun tentang Nya yang kita punya.

Tak akan mampu mendeskripsikan Nya.

Tidak ada benar dan salah karena Ia melampauinya.

Tidak ada baik dan buruk karena Ia melampauinya.

Tidak ada indah dan jelek karena Ia juga melampaiunya.

Bermesraanlah dengan Nya dengan cara kita sendiri sendiri.

Karena Ia hadir dengan cara yang berbeda pula.

Berhentilah bernafas, rasakanlah udara yang mengambang dalam dadamu.

Alamilah sendiri per’sua’anmu itu.

Salam Damai.

Advertisements

Author:

Think Clearly, Create Freely, Love Deeply

Komentari

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s