18 APRIL

Oleh : Arief Sofyan
Hari ini adalah tanggal 18 April

Tidak ada hal yang spesial di hari ini

Tidak ada agenda yang khusus untuk hari ini

Juga tidak ada momen penting yang wajib diperingati
YAAAA…

Itu semua benar
Memang hari ini hanya tanggal 18 April

Memang tak ada hal yang spesial untuk hari ini

Memang tak ada agenda yang khusus untuk hari ini

Apalagi momen penting yang wajib diperingati
TIDAK…

Itu semua salah
Hari ini bukan hanya sekedar tanggal 18 April

Bukan sekedar tanggal yang spesial bagi kami

Bukan tanggal yang tidak ada agenda khusus di dalamnya

Tapi ada satu momen penting yang wajib untuk diperingati
Ialah Hari ASPIRASI MAHASISWA UNIVERSITAS MALAHAYATI
Hari dimana suara-suara mahasiswa dengan lantang dipekikkan

Di pelataran rektorat kampus Malahayati yang kami cintai ini

Hari dimana teriakkan toak dari orator-orator menggema

Dimana telah sekian lama kami bungkam 1000 bahasa
Hari ini bendera KM UNIMAL berkibar setinggi angkasa

Disusul semua bendera organisasi yang ada dalam naungannya

Lagu darah juang menjadi pembakar semangat kami

Tanda kami berdiri disini untuk Universitas Malahayati
Bukan hinaan yang kami teriakkan

Juga bukan cacian yang kami dengungkan

Tetapi suara lantang seorang resolusioner

Tanda kepedulian kami kepada almamater

Hari ini adalah hari tersambungnya sesuatu yang telah lama terputus

Hari ini adalah hari tersatunya sesuatu yang telah lama tercerai

Antara rantai koordinasi aktifis mahasiswa dan birokrat kampus

Atas nama mortir-mortir pergerakan angkatan pertama

Yang telah bersusah payah menggagas “KM UNIMAL”

Dalam Konggres Dewan Mahasiswa Universitas Malahayati Tahun 2013

Kami haturkan ribuan terima kasih yang sebesar-besarnya
Kami juga berterima kasih untuk para mortir pergerakan di kampus ini

Yang tidak pernah berhenti untuk selalu memekikkan

Satu jargon yang merupakan gagasan pemersatu kami

Adalah “Universitas Malahayati : KITA SATUUUU…..!!!!!”
Sebuah jargon sederhana yang selalu membahana

Dari satu, sepuluh , seratus, hingga ribuan teriakkan

Yang mengobarkan cita-cita dan harapan dalam 2 kata

KITA SATU….KITA SATU….KITA SATU….
Sebuah kehormatan bisa berdiri disini

Membaca sajak dan puisi yang penting ini

Dan kini, Saya (sebutkan nama sendiri), atas nama mortir pergerakan saat ini

Mengajak kita untuk berucap janji suci :
3 JANJI Mortir KM UNIMAL

Satu

Selalu menjaga harkat dan martabat Universitas Malahayati

Dua

Menjadi pembela nomor satu untuk nama baik Universitas Malahayati

Tiga

Menjadi mortir resolusioner untuk kebaikan Universitas Malahayati


(Bandar Lampung, 16 April 2017 Pukul 22:38 WIB)

Sajak dan puisi ini aku tulis untuk hadiah 1 Tahun memperingati Tanggal 18 April 2017, dan kenangan-kenangan yang bisa aku tinggal untuk segenap para mortir pergerakkan KM UNIMAL.

Tidak bisa selamanya aku bisa selalu membimbing para mortir itu dengan “aku” yang pasti, dan entah kapan akan mati meninggalkan dunia ini.

Hanya sebuah sajak dan puisi yang ku tulis ini yang bisa aku persembahkan untuk mortir penerus perjuangan dalam menjadi mortir yang resolusioner untuk Kebaikan Universitas Malahayati.

Meskipun “aku” tidak bisa secara fisik dan ragaku ikut hadir selalu dalam peringatan Tanggal 18 April setiap tahunnya di pelataran Rektorat Universitas Malahayati, setidaknya “aku” hadir dalam bentuk lain, dalam bentuk puisi dan sajak ini. 

Selamat Hari Aspirasi Mahasiswa Universitas Malahayati yang pertama, semoga cita-cita dan harapan bersama kita yang termaktub dalam sebuah jargon sederhana “KITA SATU” akan terus hidup dalam ingatan para mortir pergerakan dan mengilhami segala tidak dan tanduknya.

Advertisements
Posted in @Sophy119, My Post

Nasehat APRIL

Apa yang benar-benar kita inginkan terjadi untuk hidup kita ini?

Apa yang benar-benar kita tidak inginkan terjadi pada hidup kita ini?

 

2 Pertanyaan dasar ini bisa merefleksikan pemahaman akan segala kecintaan dan kebencian yang berlebihan kita.

 

Berharaplah secukupnya akan segala sesuatu yang kita inginkan untuk hidup kita.

Menghindarlah seperlunya untuk segala sesuatu yang tidak kita inginkan untuk hidup kita.

 

Karena hidup tidak berjalan seperti halnya keinginan kita.

Bagaimana kalau hidup itu berjalan justru seperti apa yang tidak kita inginkan.

 

Karenanya dalam menjalani kehidupan, seseorang yang terjebak dalam pengharapan berebihan dan juga penghindaran berlebihan, akan rusak jiwanya, sakit pikirannya, dan tak tenang budinya.

 

Alam sudah mengajarkan kepada kita  bagaimana cara hidup.

 

Tidak perlu sibuk menjadi katalisator akan realitas yang apa adanya,

Yang selalu menjadikan itu sebagai dualitas realitas yang mengikuti semua keinginan kita.

 

Alam mengajarkan sesuatu yang sungguh sekali berbeda,

Penghapusan segala label yang melekat yang ada dalam pikiran kita untuk realitas, dan menerima apa adanya realitas yang menabrak kita.

 

Keniscayaan apa yang sungguh menjadi keniscayaan, kecuali ke takniscayaan itu sendiri.

Kepastian apa yang sungguh menjadi kepastian, kecuali ke takpastian itu sendiri.

 

Jika selama ini pikiran dan dogma selalu membelah realitas dengan kejamnya.

Perlakukanlah hal yang sama dengan pikiran dan dogma itu sendiri.

Dan kau akan merasakan betapa lemah pikiran dan dogma yang selama ini berlindung di balik pisaunya itu.

 

Disinilah kita belajar, bahwa bukan karena kita sedang membawa pisau, kita tidak mempan untuk di tikam pisau itu sendiri.

 

Begitulah kehidupan kita berjalan, selalu membelah dengan kejam realitas yang apa adanya ini menjadi dualitas realitas yang sama sekali tidak perlu, dan sungguh naif perbuatan itu.

 

Sejatinya kehidupan ini adalah paket yang kita terima dari kuasa di luar kuasa kita yang ter’entitas itu, sejauh yang aku pahami.

 

Dan sejauh yang aku pahami juga, bahwa pemahaman kita akan yang ter’entitas itu pun tidak benar-benar mutlak dan final, karena mustahil ada kuasa kecil bernama manusia yang mampu memahami kuasa di atas segala kuasa yang ada di semesta ini.

 

Teori probabilitas yang baik pun tidak akan berlaku untuknya walau hanya memberi perbandingan 1 berbanding tak terhingga.

 

Jalanilah hidup ini sebagaimana dirimu memahaminya, lakukanlah segala sesuatu yang kau ingin lakukan selama kau pun ingin diberlakukan seperti itu dengan selainmu. Dan jangan kau lakukan sesuatu yang kau pun tak mau diberlakukan seperti itu dengan selainmu. Ini adalah aksioma sederhana yang bisa menjadi prinsil moral kita.

 

Tak perlulah ideologi pikiran atau dogma agama untuk menjelaskan aksioma sederhana ini. Kesederhanaan aksioma ini memang tidak masuk dalam domain kesulitan dan ketaksederhanaan ideologi pikiran maupun dogma agama.

 

Jadi jika pun ada ideologi pikiran atau dogma agama yang paradoksal  dengan aksioma ini, kau tahu harus bagaimana,?

 

Ini adalah sedikit tulisanku yang mengajak kita semua untuk berrefleksi sejenak untuk mengawali bulan April ini.

 

Salam Damai untuk segala makhluk.

 

Arief Sofyan

Bandar Lampung, 1 April 2017