Posted in My Post

Belajar dari Waktu

Oleh : Arief Sofyan


Tak perlu menoleh jauh kemana-mana untuk belajar

Tengoklah diri sendiri jika kau ingin benar 

Sebuah pelajaran yang sejatinya dekat

Sangat dekat dengan kita sendiri

Waktu adalah instrumen pembelajaran ini

Jika kau bisa merecall setiap kejadian yang pernah kau alami

Atau melihat langsung dengan cara mencari

Goresan-goresan sejarah yang pernah kau tinggali

Aku telah mendapatkan goresan goresan itu

Goresan yang menjadi prasasti perjalanan kehidupan ku

Semua ini bisa aku telik di dalam tulisan-tulisan ku

Setidaknya, ada serpihan ingatan yang akan bangkit berkat nya.

Semula tulisan ku adalah bentuk ungkapan rasa

Sentimental itu menjadi stimulus menulisku

Tapi belakangan terpengaruh oleh sebuah refleksi akan sebuah realita

Yang menuntut penggunaan penuh rasionalitas ku

Hampir bisa di pastikan,

Sentimental itu bertendensi dengan kedinamisan

Sedang rasionalitas bertendensi dengan kestagnanan

Itu adalah konklusi awal ku sekarang

Sikap-sikap dan tindakan ku yang berdasar sentimental

Akan saling berkontradiksi secara radikal dari waktu ke waktu

Sedang saat rasionalitas membimbing sikap dan tindakanku

Bersifat stagnan dan malah konstruktif 

Inilah pelajaran yang aku dapat dari waktu

Waktu itu, waktu ini, dan waktu nanti

Dan itu adalah nama lain dari masa lalu, masa kini, dan masa depan

Hanya masa kinilah yang tak ilusif

Tetapi ilusi dari masa lalu itu bisa memberi pelajaran

Dan ilusi masa depan bisa memberi setetes harapan

Yang perlu diingat adalah,

Banyak belajar dan sedikit berharap itu kebijaksanaan yang ada

Kita tak akan kembali ke masa lalu

Dan kita tak di tuntut maju ke masa depan

Yang benar-benar kita alami adalah masa kini

Masa dimana kita hidup yang perlu dihidupi dengan kesadaran

Menengok kebelakang tidak lah salah

Menengok ke depan juga bukan sebuah larangan

Tetapi lihatlah tempat berdirimu kini

Bukankah itu yang harus di hidupi??

Ada orang yang terjebak dalam kesalahan menyikapi masa lalu

Dan banyak yang tak bijak dengan berlebih menanti masa depan

Semua itu adalah jaring ilusi dari delusi

Yang menutupi realita yang real

Hiduplah jika kau ingin hidup

Sadarilah hidupmu yang real kini

Kau yang sedang membaca tulisan ini

Dan aku yang menyelesaikan tulisanku

Cibubur, 28 Juli 2017 (23:32 WIB)

Advertisements